Kamis, 03 Desember 2009

kEhanGatan pErSaHaBaTaN ,,,,

BErSahabat itU Indah ....
mEreKa sELLu da dI Sa'aT Q mEmbUtUhKan SsEOrng UntUK mEnghIbUr aQ ...
Dan mEreKa seLLu haDIr dEnGn ynG tErbaEK ... bwT aQ ...
mUnGKin ... tanPa mEreKa aQ gG bErartI ...
Sa'at sUKa maUPun DuKa Q-t sELLu bErSama ...

Rabu, 02 Desember 2009

PERUBAHAN MENGINJAK UMUR 17 thn

REMAJA
Remaja berasal dari kata lain adolescere yang berarti yang berarti “tumbuh” atau “tumbuhmenjadi dewasa”. Masa kanak-kanak yang ditandai dengan adanya ketergantungan denganorang lain (dependence), menuju kemasa dewasa yang ditandai dengan adanya keinginan untukbebas dari campur tangan orang lain (independence. Masa peralihan ini dintadai dengan adanyaperubahan baik fisik, kognitif, dan psikologis.

a.Ciri-ciri Remaja
Remaja mempunyai ciri-ciri tertentuyang membedakanya dengan periode sebelum maupunsesudahnya ciri-cri tesebut akan diterangkan secara singkat dibawah ini :
1)Masa remaja sebagai periode yang penting
Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental, terutama pada awal masa remaja. Semua perkembangan itu menimbulkan perlunya membentuksikap, nilai, dan minat baru.
2)Masa remaja sebagai periode peralihan
Dalam periode ini, status individu tidaklah jelas dan keraguan akan peran yang harus dilakukan. Pada masa ini, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. Dilain pihak, status remaja yang tidak jelas juga menguntungkan karena status member waktu kepadanya untukmencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai, dan sifat yang paling sesuai bagi dirinya.
3)Masa remaja sebagai periode perubahan
yang Ada empat perubahan yang sama yang hamper bersifat universal. Pertama, meningginya emosiintensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. Kedua, perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial, menimbulakanmasalah bar. Ketiga, dengan berubahnya minat dan perilaku, maka nilai-nilai juga berubah. Apapada masa kanak-kanak dianggap penting, sekarang hampir dewasa tidak penting lagi. Keempat, sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan, merekamenginginkan dan menuntut kebebasab tetapi mereka sering takut bertanggunga jawab akanakibatnya dan meragukan kemampuan mereka untuk dapat mengatasi tanggung jawab tersebut.
4)Masa remaja sebagai usia bermasalah
Ketidakmampuan mereka untuk mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang merekayakini, maka banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannnya tidak selalu sesuaidengan harapan mereka.
5)Masa remaja sebagai masa menjadi identitas
Lambat laun mereka mulai mandambakan identitas diri dan tidak lagi puas dengan menjadi samadengan teman-temannya dalam segala hal, seperti sebelumnya. Identitas diri yang dicari remajaberupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa perannya dan sebagainya.
6)Masa remaja sebagai masa yang tidak realistic
Remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukansebagaimana adanya.
7)Masa remaja sebagai ambang masa dewasa
Dengan semakin mendekatnya usia kematangan yang sah, para remaja menjadi gelisah untukmeninggalakan steriotip dulu dan memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa. Olehkarena itu, remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status dewasa dan menganggap akan memberikan citra yang mereka inginkan.

b. Karakteristik remaja
Menurut Zulkifli (1992) menyebutkan beberapa karakteristik remaja, yaitu sebagai berikut :
1)Pertumbuhan fisik
Perkembangan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan masaanak-anak dan dewasa.
2)Perkembangan seksual
Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya : alat reproduksi, iamengalami mimpi yang pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Sedangkan pada anakperempuan rahimnya sedah dapat dibuahi, karena ia sudah mendapatkan menstruasi untukpertama kali.
3)Cara berfikir kasualitas
Yaitu menyangkut hubungan sebab akibat. Remaja sudah berfikir kritis, sehingga ia akanmelawan orang tua, guru, lingkungan yang menganggapnya masih sebagai anak kecil.
4)Emosi yang meluap-luap
Keadaaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatusaat ia bisa sedih sekali, dilain waktu ia bisa marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebihmenguasai diri mereka daripada pikiran realistis.
5)Mulai tertarik kepada lawan jenis
Dalam kehidupan sosial remaja, mereka tertarik kepada lawan jenisnya dan mulai berpacaran. Jika dalam hal ini orang tau kurang mengerti, kemudian melarangnya, akan menimbulkanmasalah dan remaja akan bersikap tertutup kepada orang tuanya.

c. Tugas perkembangan remaja
yang Menurut Havinghurst ( dalam Dariyo, 2004 ) menyatakan terdapat lima tugas perkembanganharus dilalui pada seorang remaja, yaitu :
1)Menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis-psikologis
Diketahui bahwa perubahan fisiologis yang dialami oleh individu, mempengaruhi polaperilakunya. Disatu sisi, ia harus dapat memenuhi kebutuhan doronagn biologis, namun biladipenuhi hal itu pasti akan melanggar norma-norma sosial. padahal dari penampilan fisik, remajasudah seperti orang dewasa. Dengan demikian, dirinya dituntun untuk dapat menyesuaikan diridengan baik.
2)Belajar bersosialisasi sebagai seorang laki-laki maupun wanita
Pergaulan dengan lawan jenis ini sebagi suatu hal yang sangat penting, karena dianggap sebagaiupaya untuk mempersiapkan diri guna memasuki kehidupan pernikahan nanti.
3)Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
Ketika sudah menginjak dewasa, individu memiliki hubungan pergaulan yang labih luasdibandingkan dengan masa kanak-kanak sebalumnya. Hal ini menunjukkan bahwa individu tidaklagi bergantung pada orang tua. Bahkan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untukbergaul bersama teman-temannya dibandingkan dengan keluarganya.
4)Remaja bertugas untuk menjadi warga Negara yang bertanggungjawab
Menurut Schaie (dalam Dariyo, 2004), masa tersebut di istilahkan sebagai masa aquisitif, yaitumasa dimana remaja berusaha untuk mencari bekal pengetahuan dan keterampilan ataukeahlian guna mewujudkan cita-citanya, agar menjadi seorang ahli yang profesional di bidangnya.
5)Memperoleh kemandirian dan kepastian secara ekonomis
yang Melakukan persiapan diri dengan menguasai ilmu dan keahlian agar dapat bekerja danmemperoleh penghasilan yang layak sehingga dapat menghidupi diri sendiri maupunkeluarganya nanti. Sebab keinginan terbesar seorang individu (remaja) adalah menjadi orangmendiri dan tak bergantung pada orang tua secara psikis maupun ekonomis

d.Rentangan usia remaja
Menurut Anonim (2000), mengemukakan batas-batas umur remaja menjadi dua periode, yaitusebagai berikut :
1). Periode masa puber, usia 12 tahun-18 tahun.
a)Masa pra pubertas yaitu peralihan dari akhir masa kanak-kanak kemasa awal pubertas.
b)Masa pubertas atau masa remaja awal, usia 14 tahun-16 tahun.
c)Masa akhir pubertasa yaitu peralihan dari masa pubertas ke masa adolescence, usia 17 tahun-18 tahun.
2). Periode masa remaja, usia 19 tahun-21 tahun merupakan masa akhir remaja.
Hurlock (1978) manulis bahwa jika dibagi berdasarkan bantuk-bentuk perkembangan danpola-pola perilaku yang nampak khas bagi usia tertentu, maka ia menuliskan rentang usia remajaadalah :
a)Masa remaja awal, yaitu usia 13/14 tahun-17 tahun.
b)Masa remaja akhir, yaitu usia 17 tahun-21 tahun.
Riyanyi dkk (1996) mengungkapkan bahwa masa remaja terbagi menjadi dua, yaitu :
a) Periode remaja awal atau early adolescence : 13 tahun-17 tahun
b)Periode remaja akhir atau late adolescence : 17 tahun-18 tahun
Berdasarkan pendapat dari tokoh-tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa masa remaja beradapada rentang usia antara 13 tahun-21 tahun, dimana masa remaja ini dibagi lagi menjadi duarenyang usia yaitu masa remaja awal yang berada pada rentang usia 13 tahun-17 tahun danmasa remaja akhir pada usia antara 17 tahun-21 tahun. Di Indonesia, rentangan usia remajayaitu antara 11 tahun-24 tahun.

e. Sifat-sifat remaja
Menurut Mukhtar (2001) sifat seorang remaja dapat terbagi mejadi lima, yaitu sebagai berikut :
1)Menemukan pribadi
Seorang remaja mulai menyadari akan kemampuannya, menyadari kelebihan dankekurangannya sendiri. Mulai dapat menempatkan diri ditengah masyarakat dengan jalanmenyesuaikan diri, tetapi tidak tenggelam di dalam masyarakat.
2)Menemukan cita-citanya
Suatu tahapan dimana seorang remaja yang telah mampu menemukan kelebihannya, dapatdipergunakan semaksimal mungkin untuk menggapai cita-citanya.
3)Menggariskan jalan hidup
Pentingnya konsistenitas dari pribadi seorang remaja, setelah mereka mengumpulkan segalakekuatannya untuk tercpainya tujuan.
4)Bertanggung jawab
Seorang remaja tidak hanya berani dan bisa untuk berbuat sesuatu akan tetapi merekapun harusbertanggung jawab terhadap hal-hal yang telah mereka lakukan.
5) Menghimpun norma-norma sendiri
Norma-norma / nilai-nilai yang dihimpun tersebut menjadi satu. Sarana atau senjata untukmelindungi dirinya demi keselamatannya selama berusaha untuk mencapai cita-citanya.

f. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja
Menurut pandangan Gunarsa dan Gunarsa (2003) bahwa secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja, yaitu :
1)Faktor endogen (nature)
factor internal yang Dalam teori ini dinyatakan bahwa perubahan-perubahan fisik maupun psikis dipengaruhi olehbersifat herediter yaitu yang diturunkan oleh orang tuanya, misalnya posturtubuh, bakat / minat, kecerdasan serta kepribadian.
2)Faktor exogen (nurture)
Pandangan ini menyatakan bahwa perubahan dan perkembangan individu sangat dipengaruhioleh faktor-faktor dari luar individu itu sendiri. Faktor ini diantaranya berupa lingkungan fisikdan lingkungan sosial. lingkungan fisik seperti sarana fasilitas, letak geografis dan lingkungan. Sedangkan lingkungan sosial ialah lingkungan dimana seseorang mengadakan interaksi denganindividu atau sekelompok individu di dalamnya. Lingkungan sosial ini seperti keluarga, tetangga, teman, lembaga kesehatan dan sebagainya.

Minggu, 22 November 2009


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasiyang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Indonesia yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari pergaulan bebas. Saat ini pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran. Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, demikian juga dengan budaya islam.

BAB II
PEMUDA DALAM PERGAULAN BEBAS
A. Pengertian Pergaulan Bebas
Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan/kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatifyang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknyakita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
B. Pacaran adalah Pergaulan Bebas
Pacaran merupakan satu konsep yang sama dengan pergaulan bebas. Dari sumber di atas kita telah mengetahui bahwa pergaulan bebas tidak mengenal batas-batas pergaulan. Para remaja dengan bebas saling bercengkrama, bercampur baur (ikhtilat) antara lawan jenis, akibatnya mudah di telusuri berkembanglah budaya pacaran.
Kecintaan terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia. Tetapi pacaran buakanlah wadah yang tepat. Cinta bukanlah sekedar pandangan mata ataupun kerlingan. Bukan pula lembaran surat yang berisi pujian kata yang melebihi dari ikatan pernikahan, dan cinta tidak akan berakhir dengan pernikahan.
Banyak orang yang mengagungkan dan memproklamirkan kata cinta. Namun mengapa gambaran dan kenyataan pahit mewarnai dunia cinta. Betapa banyak cinta berujung pada pembunuhan bayi-bayiyang tak berdosa. Banyak orang yang memiliki cinta melakukan hal yang keji. Cinta berubah menjadi perceraian dan mengakibatkan suramnya masa depan generasi mendatang. Mengapa pula cinta bisa dijajakan di sembarang tempat oleh wanita berbusana minim ? Hal-halyang mengenaskan sekaligus memalukan itu menjadi daftar persoalan yng melingkupi dunia cinta.
Sebagian orang berpendapat bahwa cinta bermakna kecenderungan terus menerus disertai dengan hati yang meluap-luap. Inilah yang membuat seseorang menjadi buta dan tuli. Kebutaan ini dapat diartikan tidak lagi melihat tata nilai terutama nilai-nilai syariatislam, sehingga banyak orang menabrak nilai-nilai Islam dalam mengekspresikan cintanya. Dan yang dimaksud tuli yaitu tidak mau mendengar nasihat-nasihat agama yang seharusnya dapat membingkai cintanya. Seperti yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, “Kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli.” (HR. Ahmad). Lain halnya dengan seseorangyang berada dalam wilayah tidak terlarang, seperti seseorang yang berada jauh dari rumah lalu merindukan istrinya.
Semua aktifitas tubuh kita berpotensi menimbulkan zina ketika digerakkan atas nama syahwat yang melesat lepas dari kendali fitrah. Namun nama Allah Maha Pemurah, zina yang dilakukan selain farji tidak sampai dikenakan hukuman cambuk. Ia masih bisa dihapus dengan taubat yang tulus dan ditebus dengan amal-amal shalih. Cara untuk menghindari zina adalah dengan mengendalikan hawa nafsu dan menutup rapat-rapat pintu zina.

C. Bagaimana Islam memandang Pergaulan Bebas ?
Banyak hal-hal yang negatif yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas. Ini semua telah terlukis oleh mereka di belahan bumi Barat, yang dulu mengagung-agungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk kebebasan seks, kini mereka menjerit. Angka perceraian sangat tinggi, dan pranata pernikahan diragukan. Akibatnya keluarga sebagai sendi masyarakat runtuh, kemudian terjadilah dekadensi moral. Wabah AIDS menebarkan kengerian dan ketakutan karena semakin liarnya perilaku masyarakat dalam free sex.
Apa yang terjadi di Barat dapat kita sinyalir dari tulisan George Balusyi dalam bukunya ; “Ledakan Seksual”, yaitu ; “pada tahun 1962, Kennedy menjelaskan, masa depan Amerika diancam bahaya, sebab para pemudanya cenderung dan tenggelam di dalam syahwat sehingga tidak mampu memikul tanggung jawabyang harus dipikul di atas pundaknya. Setiap tujuh pemuda yang maju untuk jadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak pantas dijadikan tentara. Sebab syahwat yang telah mereka lampiaskan itu, telah merusak keseimbangan hygienis dan psikis mereka”.
Budaya free sex tidak jauh berbeda dengan budaya pacaran. Dan dengan menghubungkan fakta yang terjadi di sekitar kita, banyak para pemuda dan pemudi yang mengaku dirinya muslim tetapi mereka melakukan perbuatan zina. Juka hal ini dibiarkan, maka akan sangat berabhaya bagi kelanjutan da’wahIslam. Betapa sedihnya jika ummat Islam yang begitu besar tetapi akhlak para pemudanya penuh dengan kebobrokan. Naudzubillahi min zaalik.



“Akibat Pergaulan Bebas”
“Akibat Pergaulan Bebas” menyajikan episode-episode bermuatan kehidupan bebas, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan aborsi.
Berbagai topik yang diangkat merupakan warna baru bagi persinetronan Indonesia. Dibandingkan sejumlah sinetron remaja yang kini marak, “Akibat Pergaulan Bebas” memiliki perbedaan sangat mendasar. Sinetron ini secara fokus menyorot kehidupan kaum remaja kota besar yang terjerumus ke dalam berbagai persoalan besar. Artinya, bukan sekadar kisah percintaan cengeng atau glamor.